Home > Kelas XI semester ganjil, Pendidikan Agama Katolik > Pelajaran Ke 2: Gereja sebagai persekutuan yang terbuka

Pelajaran Ke 2: Gereja sebagai persekutuan yang terbuka

Dalam Lumen Gentium Bab II, Allah dilukiskan sebagai persekutuan penuh Roh Kudus, sebagai persekutuan hidup, cinta kasih dan kebenaran. Dengan demikian, Roh Kudus mendapat tempat utama yang menghidupi dan memimpin seluruh gereja Umat dilengkapi dengan upaya-upaya kesatuan yang kelihatan dan bersifat kemasyarakatan. Untuk itu perlulah kita melihat siapa saja anggota gereja sebagai kesatuan umat beriman. Gereja adalah persekutuan Umat Allah untuk membangun Kerajaan Allah di bumi ini. Dalam persekutuan umat ini, semua anggota gereja memiliki martabat yang sama, namun berbeda dari segi fungsinya. Anggota-anggota gereja tersebut adalah: Golongan Hierarki, Biarawan-biarawati dan Kaum Awam.

Golongan Hierarki: Adalah orang-orang yang ditahbiskan untuk tugas kegembalaan. mereka menjadi pemimpin persatuan umat, sebagai tanda dari otoritas Kristus sebagai kepala umat. Tugas Hierarki adalah: Pertama, menjalankan tugas kepemimpinan dalam komunikasi umat beriman. mereka bertugas mempersatuakan umat tidak hanya denganotoritas dan kuasanya sendiri, tetapi bergantung kepada kristus. kedua, hierarki menjalankan tugas gerejani, seperti merayakan sakramen, mewartakan sabda dan sebagainya.
1.Paus. “Konsili Suci mengajarkan, bahwa atas penetapan ilahi, para uskup menggantikan para rasul sebagai gembala Gereja” (Lumen Gentium 20). Lumen Gentium adalah Konstitusi Dogmatis Konsili Vatikan II tentang Gereja.

Pope Benedict XVI

Pope Benedict XVI

Kardinal Joseph Ratzinger kelahiran Marktl am Inn, Bavaria, Jerman, Sabtu, 16 April 1927, terpilih sebagai Paus ke-265, pemimpin Gereja Katolik Roma, menggantikan Paus Yohanes Paulus II yang wafat pada 2 April 2005. Setelah terpilih Selasa 19 April 2005 yang ditandai mengepulnya asap putih dari cerobong Kapel Sistina di Basilika Santo Petrus, dia memilih nama Paus Benediktus XVI.

2. Imam. merupakan “penolong dan organ para uskup” (Lumen Gentium 28) Didalam Gereja Katolik ada imam diosesan (sebutan yang sering dipakai imam praja) dan imam religius (ordo atau kongregasi). 3.Imam diosesan. adalah imam keuskupan yang terikat dengan salah satu keuskupan tertentu dan tidak termasuk ordo atau kongregasi tertentu. Imam religius (misalnya SJ, MSF, OFM, dsb) adalah imam yang tidak terikat dengan keuskupan tertentu, melainkan lebih terikat pada aturan ordo atau kongregasinya. 4. Diakon. adalah pembantu Uskup dan Imam dalam pelayanan terhadap umat beriman. Mereka ditahbiskan untuk mengambil bagian dalam imamat jabatan. Karena tahbisannya ini, maka seorang diakon masuk dalam kalangan hirarki. 5. Kardinal adalah merupakan gelar kehormatan. Kata “kardinal” berasal dari kata Latin”cardo” yang berarti “engsel”, dimana seorang Kardinal dipilih menjadi asisten-asisten kunci dan penasehat dalam berbagai urusan gereja. Kardinal dapat dipilih dari kalangan Imam ataupun Uskup. Di Indonesia telah ada 2 orang Kardinal, yaitu Yustinus Kardinal Darmojuwono Pr (alm.) dan Julius Kardinal Darmaatmaja SJ.

Biarawan-biarawati: adalah anggota umat yagn mengucapkan kaul kemiskinan, ketaatan dan keperawanan selalu bersatu dengan Kristus dan menerima pola nasib hidup Yesus Kristus secara radikal. Dengan demikian mereka menjadi tanda nyata dari hidup dalam kerajaan Allah. Jadi kaul kemiskinan, ketaatan dan keperawanan adalah sesuatu yang khas dalam kehidupan membiara. Dengan menghayati kaul para biarawan/wati menjadi tanda bahwa: Kekayaan, kekuasaan, dan kehidupan berkeluarga walaupun sangat bernilai, tidaklah abadi, dan kaul kebiaraan mengarahkan kita pada Kerajaan Allah dalam kepenuhannya kelak.

Kaum Awam: yang dimaksud dengan kaum awam adalah semua orang yang beriman Kristen yang tidak termasuk dalam golongan tertahbis dan biarawan atau biarawati. Mereka adalah orang-orang yang dalam pembaptisan menjadi anggota gereja dan dengan caranya sendiri mengambil bagian dalam tugas Kristus sebagai imam, nabi dan raja. bagi kaum awam cirri keduniaan adalah khas dan khusus, mereka mengmeban tugas dalam kerasulan tata dunia, baik dalam keluarga, masyarakat dan gereja. Dalam kerasulannya ini kaum awam memiliki kerasulan yang khas dan sederhana sehingga dapat diartikan sebagai cara seorang awam menjawab panggilan Allah dan tugasnnya sehari-hari di tengah dunia ini. Awam bertugas mencari kerajaan Allah dengan mengusahakan hal duniawi dan mengatur sesuai kehendak Allah. Mereka dipanggil Allah agar sambil menjalankan tugas khasnya dan dibimbing oleh semangat injil, mereka dapat menguduskan dunia dari dalam laksana ragi (Lumen Gentium, art.31).

“Semua orang, yang dilahirkan kembali dalam Kristus, dijadikan raja oleh tanda salib, sementara urapan Roh Kudus mentahbiskan mereka menjadi imam. Karena itu, semua orang Kristen yang rohani dan berakal budi harus yakin bahwa mereka – terlepas dari tugas-tugas khusus jabatan kami – berasal dari turunan rajawi dan mengambil bagian dalam tugas-tugas seorang imam. Apa yang lebih rajawi daripada jiwa yang dalam ketaatan terhadap Allah menguasai badannya? Dan apa yang lebih sesuai dengan tugas-tugas imam daripada menyerahkan kepada Tuhan hati nurani yang murni dan di atas altar hati mempersembahkan kepada Tuhan kurban tak bercela yakni kesalehan?” (Leo Agung, serm. 4,1).

Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK, Buku guru 2. Kanisius 2004
Komkat KWI. Iman Katolik-Kanisius/Obor-Jakarta, 1996
Mgr. Dr. Benyamin Bria, Peranan Kaum Awam dalam Hidup Menggereja menurut Hitab Hukum Kanonik Tahun 1983, Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta:2002.
Untuk yang tertarik dengan tema ini dapat membuka dokumen-dokumen Konsili Vatikan II khususnya Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium, Dekrit Apostolicam Actuositatem, Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes, serta Kan.208-231, Kan.273-289 Kitab Hukum Kanonik Tahun 1983.
Kan.205. KHK Tahun 1983.

About these ads
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: