Home > Kelas XII semester ganjil, Pendidikan Agama Katolik > Pelajaran 4: Memperjuangkan Perdamaian dan Persaudaraan Sejati

Pelajaran 4: Memperjuangkan Perdamaian dan Persaudaraan Sejati

Perang dan kerusuhan serta percekcokan membuat hidup manusia tertekan dan lelah. Muncullah sebuah kerinduan untuk menciptakan iklim yang menyejukkan hati, suatu keadaan yang damai. Kita dapat menyaksikan bahwa akhir-akhir ini terjadi beberapa peristiwa yang dapat digolongkan sebagai perang dan pertikaian, baik di dalam maupun di luar negeri.

Fakta pertikaian dan perang
Pertikaian bernuasa agama terjadi di Poso dan Ambon. Umat yang mengklaim dirinya beragama, seharusnya menumbuhkan perdamaian, bukan menciptakan peperangan yang menghasilkan banyak kerugian. Pertikaian bernuasa suku terjadi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah (Sampit), disitu terjadi pertikaian antara suku Melayu dan suku Dayak melawan Suku Madura. Di Timur Tengah terjadi peperangan yang tidak kunjung usai antara Israel dan Palestina. Pada bulan Maret 2003, Amerika Serikat menyerbu Iraq untuk menggulingkan Saddam Husein. Meskipun banyak pihak melarang, namun AS tetap saja menggempur Iraq, bahkan PBB pun tidak sanggup melerainya.

Alasan terjadinya Perang
Ada beberapa alasan antara lain:
Fanatisme agama dan suku: Fanatisme agama dan suku biasanya disebakan oleh kepicikan dan perasaan bahwa hidupnya terancam. Kata orang, perang karena fanatisme agama selallu berlangsung lama dan sangat kejam.
Sikap egois dan angkuh: Selalu ada suku atau bangsa yang merasa diri kuat dan bisa bertindak sewenang-wenang.
Keserakahan: Banyak pertikaian dan perang berlatar belakang ekonomi, karena mau merebut “harta karun” tertentu. Perang juga membuka peluang perdagangan senjata dna teknologi.
Merebut kemerdekaan dan mempertahankan hak: Kadang-kadang perang terpaksa dilaksanakan untuk merebut kemerdekaan dan mempertahankan hak.

Akibat perang
Perang mengakibatkan kehancuran secara jasmani atau fisik. Perang menyebabkan sekalian banyak orang mati, sekian banyak sarana dan prasarana hancur, sekian banyak tatanan dan ekologi musnah.
Perang juga mengakibatkan kehancuran rohani. Dalam prang bisa terjadi berbagai macam kejahatan terhadap kemanusiaan. perang menyiksa trauma dengan kehancuran terhadap martabat manusia.

Kerinduan manusia akan perdamaian
Bagaimanapun juga perdamaian menjadi sesuatu yang penting bagi kehidupan manusia. Mereka ingin menemukan perdamaian dan mencari kehidupan yang lebih manusiawi dalam persaudaraan sejati. Mewujudkan perdamaian memerlukan kesadaran, dan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia. Perdamaian tidak mungkin tercipta selama seseorang masih menudingkan kesalahan dan merendahkan orang lain.

Apa kata perjanjian lama tentang damai atau shalom?
Kata shalom berarti kesejahteraan pribadi dan masyarakat. Apabila damai tida ada maka yang muncul adalah penderitaan. Shalom juga mengandung makna “Tuhan Sertamu!” Salam ini merupakan pengharapan supaya manusia memperoleh kebaikan hidup. Harapan akan damai digambarkan oleh Yesaya: 2:4 Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.

Ajaran Yesus tentang Damai
Yoh 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Pada zaman Yesus, orang Yahudi mengharapkan damai secara politis, yakni diusirnya penjajah dari negeri mereka, sehingga tidak ada perang dan penindasan lagi. Namun damai itu bukan semacam ketenangan murahan, damai politis, jauh dan mendalam. tetapi itu justru ditolak oleh dunia. Damai yang diajarkan oleh Yesus membersihkan dunia ini dari segala macam kejahatan dan kedurhakaan. Damai itu benar-benar bagi mereka yang sejiwa dengan Kristus. Damai adalah hasil suatu pencapaian kebenaran dan hasil perjuangan serta pergulatan batin. Damai tidak hanya berarti ada perang dan kekacauan. lebih dari itu, damai berarti ketenangan hati karena orang memiliki hubungan bersih dengan Tuhan, Sesama, dan dunia; Damai sejahtera yang menampakkan Kerajaan Allah.

Ajaran Gereja tentang perdamaian
Perdamaian yang dimaksud gereja tidak hanya tidak adanya perang. Perdamaian adalah hasil tata masyarakat manusia yang haus akan keadilan yang lebih sempurna. Damai merupakan kesejahteraan tertinggi yang sangat diperlukan demi perkembangan manusia dan lembaga kemanusiaan. Dalam hal ini diandaikan keamanan kehidupan setiap manusia. Setiap manusia sadar atau tidak sadar mempunyai empat dimensi relasi: Relasi dengan Tuhan, Relasi dengan sesame, relasi dengan semesta dan relasi dengan diri sendiri. Harmoni keempat dimensi itu menentukan terciptanya perdamaian manusia.

About these ads
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: