Home > Kelas X semester genap, Pendidikan Agama Katolik > Pelajaran 11a: Kitab Suci Perjanjian Lama

Pelajaran 11a: Kitab Suci Perjanjian Lama

Pada Pelajaran 11 ini kita akan mengenal sedikit lagi tentang Kitab Suci Perjanjian Lama. Ada baiknya sebelum membaca dan mempelajari bagian ini diperhatikan Sekilas tentang Perjanjian Lama pada tulisan sebelumnya. Pada bagian tersebut telah tertulis bagian-bagian dan proses terbentuknya KSPL. Selain menyambung dan melengkapi bagian ini akan mengungkap sedikit tentang Kitab Suci Perjanjian Lama dalam hubungannya dalam iman bangsa Israel. Oleh karena itu, marilah secara lebih mendalam lagi kita mengenal, Kitab Perjanjian Lama yang telah berumur berpuluh-puluh abad tersebut.

Kitab suci adalah kitab iman. Kitab Suci Perjanjian Lama adalah Kitab iman bangsa Israel. Kitab Suci Perjanjian Baru adalah kitab iman umat perdana. Untuk menjadi seorang yang sungguh beriman, kita harus akrab dengan Kitab Suci. Dalam Kitab Suci kita dapat melihat dan menyadari bagaimana seharusnya kita beriman kepada Allah dan kepada Yesus Kristus. Kita akan mulai dengan Kitab Suci Perjanjian Lama yang mengungkapkan bagaimana bangsa Israel bergumul untuk tetap beriman kepada Allah. Seluruh Kitab suci perjanjian Lama adalah kitab iman – kitab iman bangsa Israel – bukan riwayat hidup dan sejarah dari seseorang atau bangsa Israel. Tokoh sejarah dan mempunyai latar belakang sejarah, tetapi dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dimuat iman dari bangsa terpilih itu. perjanjian Lama sesungguhnya dimuat iman dari bangsa terpilih itu. Perjanijan Lama sesungguhnya mengisahkan pra sejarah, yakni kisah penciptaan sampai dengan menara Babel (kej 1 – 11) dan sejarah Israel mulai dari Abraham yang hidup sekitar 2000 – 1800 sebelum masehi sampai menjelang Yesus Kristus. Namun, sejarah yang ditulis dalam Perjanjian Lama lebih merupakan sejarah iman. Maka, untuk mengetahui proses terjadinya Kitab Suci perjanjian Lama, sebaiknya dimulai dengan awal sejarah Israel yaitu sekitar tahun 1800 sebelum masehi.

Antara tahun 1800 – 1600 S.M : Zaman Bapa-bapa Bangsa (Abraham – Iskhak – Yakub). Periode ini adalah awal sejarah adalah awal sejarah bangsa Israel yang dimulai dari panggilan Abraham sampai dengan kisah tentang Yakub. Dalam tahun inilah Bapa-bapa bangsa hidup. Sebagian kisah mereka tersimpan dalam kej 12 – 50. kisah ini kemudian diteruskan secara lisan turun-temurun.

Antara tahun 1600 – 1225 S.M : Kisah bangsa Israel mengungsi ke Mesir, perbudakan dimesir, dan pembebasan dari mesir sampai Perjanjian disinai. Kisah –kisah tersebut juga masih disampaikan secara lisan. Mungkin sekali 10 perintah Allah dalam rumusan yang pendek sudah ditulis pada masa ini sebagai pedoman hidup.

Antara tahun 1225 – 1030 S.M : Perebutan Tanah Kanaan dan zaman Hakim-Hakim. Pada periode ini, bangsa Israel merebut tanah Kanaan yang diyakini sebagai Tanah terjanji dibawah pimpinan Yosua dan kehidupan bangsa Israel di tanah yang baru dibawah para Tokoh yang diberi gelar Hakim. Hakim-Hakim itu antara lain adalah Debora, Simson, dan sebagainya. Disamping cerita pada masa ini, juga sudah terdapat beberapa hukum.

Antara tahun 1030 – 930 S.M Periode Raja-Raja. Pada periode ini, bangsa Israel memasuki tahap baru dalam kehidupannya. Mereka menganut sistem kerajaan yang diawali dengan raja Saul, kemudian digantikan oleh raja Daud dan seterusnya oleh raja Salomo, putra Daud. Pada masa inilah bangsa Israel menjadi cukup terkenal dan disegani oleh bangsa-bangsa lain. Pada zaman raja Saul, Daud dan Salomo, bagian-bagian Kitab Suci Perjanjian Lama mulai ditulis. Misalnya, kisah penciptaan manusia,manusia jatuh dalam dosa dan akibatnya, bapa-bapa bangsa, kisah raja-raja, beberapa bagian mazmur dan hukum-hukum.

Antara tahun 930 – 722 S.M : Kerajaan Israel dan Yehuda. Sesudah raja Salomo Wafat, kerajaan Israel terpecah menjadi dua, yaitu kerajaan Utara (Israel) dan kerajaan Selatan (yehuda). Kerajaan Utara hanya berlangsung sampai tahun 722 S.M. Pada periode ini dilanjutkan dengan penulisan kitab-kitab suci perjanjian lama yang melengkapi cerita-cerita Kitab Taurat Musa serta beberapa tambahan hukum. Di samping itu, pada periode ini mulai muncul pewartaan para nabi dan kisah para nabi seperti Elia dan Elisa, Hosea, Amos. Bebrapa bagian pewartaan para nabi mulai ditulis. Pada masa ini, bebrapa kumpulan hukum perjanjian mulai diterapkan dan ditulis. Kita dapat membacanya dalam kitab Ulangan.

Antara tahun 722 – 587 S.M : Kerajaan Yehuda masih berlangsung sesudah Kerajaan Israel jatuh. Kerajaan Yehuda atau Yuda masih tetap berdiri kokoh sampai akhirnya mereka dibuang ke Babilon pada tahun 587 S.M. Pada masa ini beberapa tradisi tertulis tentang kisah bapa-bapa bangsa mulai disatukan. Demikian juga, pewartaan para nabi mulai ditulis dan sebagian diteruskan dalam bentuk lisan. Pada masa ini juga muncul tulisan tentang sejarah bangsa Israel, beberapa bagian dari mazmur, dan Amsal.

Antara tahun 586 – 539 S.M : Zaman pembuangan Babilon. Orang-orang Israel yang berasal dari kerajaan Yuda hidup di pembuangan Babilon atau Babel selam kurang lebih 50 tahun. Pada masa ini, penulisan Kitab Sejarah dilanjutkan. Muncul pula halnya dengan nabi-nabi, pewartaan para nabi sebelum pembuangan ditulis pada masa ini. Pada periode ini juga muncul para imam yang menuliskan hukum-hukum yang sekarang masuk dalam kitab Imamat.

Antara tahun 538 – 200 S.M : Sesudah pembuangan, bangsa Israel diizinkan pulang kembali ke tanah airnya oleh Persia yang mengalahkan Kerajaan Babilon.pada masa ini kelima kitab Taurat telah diselesaikan. Juga kitab-kitab Yosua, Hakim-hakim, 1-2 samuel, dan raja-raja sudah selesai ditulis. Kitab-kitab para nabi pun sudah banyak yang diselesaikan dari ratusan nyanyian, akhirnya dipilih 150 mazmur yang kita terima sampai sekarang. Pada masa ini muncul pula beberapa tulisan kebijaksanaan.

Dua abad terakhir : pada masa ini, ditulislah kitab-kitab seperti : Daniel, Ester, Yudits, Tobit, 1-2 makabe, sirakh, dan kebijakan Salomo.

Kanon Kitab Suci : orang yahudi menentukan sejumlah kitab sebagai Kitab Suci. Daftar kitab-kitab yang terdapat mereka terima sebagai kitab suci disebut KANON. Kitab-kitab yang terdapat dalam kanon disebut kitab-kitab kanonik. Orang yahudi hanya menerima Kitab Suci yang aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani, sedangkan yang ditulis dalam bahasa Yunani tidak diterima. Jumlah Kitab Suci yang diteriama sebanyak 39 kitab. Kitab-kitab yang diakui sebagai kanonik tersebut diakui sebagai Kitab Suci dan dijadikan patokan atau norma imannya.

OK, semoga membantu… GBU

About these ads
  1. No comments yet.
  1. 18 January 2010 at 14:16

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: