Home > Kelas XI semester ganjil, Pendidikan Agama Katolik > Pelajaran 4: Hubungan Awan dan Hierarki sebagai Partner Kerja

Pelajaran 4: Hubungan Awan dan Hierarki sebagai Partner Kerja

Sesuai dengan ajaran Konsili Vatikan II, Rohaniwan (hierarki) dan awam memiliki martabat yang sama, hanya berbeda fungsi. Semua fungsi sama luhurnya, asal dilaksanakan dengan motivasi yang baik, demi Kerajaan Allah.

Arti dan pengertian tentang awam
Yang dimaksud dengan awam adalah semua orang beriman kristiani yang tidak termasuk golongan yang menerima tahbisan suci dan status kebiarawanan yang diakui Gereja. Definisi awam dalam praktek dan dalam dokumen-dokumen resmi gereja ada 2 macam yaitu: a. Dasar teologis: awam adalah warga gereja yang tidak ditahbiskan. Jadi awam meliputi barisan biarawan, suster dan bruder yang tidak menerima tahbisan suci. b. Definisi tipogis: awam adalah warga gereja yang tidak ditahbiskan dan juga bukan biarawan/wati. Maka itu, awam tidak mencakup bruder dan suster.

Peranan Awam
Pada zaman ini orang sering berbicara tentang tugas atau kerasulan internal dan eksternal. Kerasulan internal adalah kerasulan “di dalam Gereja” adalah kerasulan jemaat. Kerasulan ekternal atau kerasulan dalam “tata dunia” lebih diperani kaum awam. namun harus disadari bahwa kerasulan dalam gereja bermuara juga ke dunia. Gereja hadir ke dunia tidak untuk gereja sendiri tetapi membangun kerajaan Allah di dunia ini.

Hubungan Awam dan Hierarki
1. Gereja adalah umat Allah. Konsili Vatican II menegaskan bahwa semua anggota Umat Allah memiliki martabat yang sama. Yang berbeda adalah fungsinya. Keyakinan ini dapat menjamin hubungan yang wajar antara semua komponen gereja. tidak boleh ada klaim bahwa komponen-komponen tertentu lebih bermartabat dalam Gereja Kristus dan menyepelekan komponen lainnya. Keyakinan ini harus diimplementasikan secara konsekwen dalam hidup dan karya semua anggota Gereja.

2. Setiap Komponen Gereja Memiliki Fungsi yang Khas. Setiap komponen Gereja memiliki fungsi yang khas. Hierarki bertugas memimpin (atau lebih tepat melayani) dan mempersatukan seluruh Umat Allah. Biarawan/wati dengan kaul-kaulnya bertugas mengarahkan umat Allah kepada dunia yang akan datang (eskatologi). Para awam bertugas merasul dalam tata dunia ini. Mereka harus menjadi rasul dalam keluarga-keluarga dan dalam masyarakat ipoleksosbudhankamnas.

3. Kerja Sama. Walaupun tiap komponen Gereja memiliki fungsinya masing-masing, namun untuk bidang-bidang dan kegiatan tertentu, lebih dalam kerasulan internal gereja yaitu membangun hidup menggereja, masih dibutuhkan partisipasi dan kerjasama dari semua komponen. dan hal ini hendaknya hierarki tampil sebagai pelayanan yang memimpin dan mempersatukan. Pimpinan tertahbis, yaitu dewan diakon, dewan uskup yang bertugas menyatukan rupa-rupa, jenis dan fungsi pelayanan yang ada. Hierarki berperan memelihara keseimbangan dan persatuan diantara sekian banyak pelayanan. Para pemimpin tertahbis memperhatikan serta memelihara keseluruhan visi, misi dan reksa pastoral. Karena itu, tidak mengherankan bahwa di antara mereka yang termasuk dalam dewan hierarki bertanggung jawab memelihara ajaran yang benar dan memimpin perayaan sakramen .

  1. Fibrie
    29 September 2014 at 12:02

    Rangkuman nya sangat membantu. Terima kasih🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: