Home > Kelas XII semester ganjil, Pendidikan Agama Katolik > Pelajaran 2: Memperjuangkan Keadilan

Pelajaran 2: Memperjuangkan Keadilan

Memang ada kesan bahwa kebohongan mendatangkan kenikmatan dan keuntungan tertentu, sekurang-kurangnya untuk jangka waktu yang lama. Tetapi lambat laun kebohingan akan membawa bencan tertentu, minimal akan kehilangan kepercayaan. ironisnya, pada zaman ini kebohongan tumbuh subur, seiring dengan kenyataan dan fakta yang semakin pudar.

Bentuk-bentuk kebohongan:
1. Dusta dan saksi dusta. berdusta berarti mengatakan yang tidak benar untuk menyesatkan. Berdusta berarti berbuat atau berbicara untuk menyesatkan seseorang yang mempunyai hak untuk mengetahui kebenaran.
2. Rekayasa atau manipulasi. Berarti menyiasati atau mengarahkan orang lain ke suatu tujuan lain yang menguntungkan dirinya sendiri, meskipun orang lain merugi.
3. Asal Bapak Senang (ABS), adalah kata-kata dan sikap manis yang dilakukan hanya untuk menyenangkan atasan, meskipun terkadang jauh dari kebenaran.
4. Fitnah dan umpatan, ini sangat jahat, sebab yang difitnah tidak hadir dan tidak mengetahui sehingga tidak mampu membela diri.

Sebab-sebab kebohongan
1. Berbohong sekedar iseng, orang sering berbohong hanya untuk mendapatkan kesenangan murahan, orang menjadi senang jika orang lain merasa tertipu dan terpedaya.
2. Berbohong untuk memperoleh keuntungan tertentu. Para pedagang misalnya kadang-kadang menipu untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.
3. Berbohong karena takut dalam situasi terjepit. Untuk menyelamatkan diri dari situasi sulit ia terpaksa berbohong.

Akibat kebohongan
1. Bagi diri sendiri. Mendapat kenikmatan dalam jangka waktu pendek; mengalami bencana dalam jangka panajang; kehilangan kepercayaan.
2. Bagi yang dibihongi. Dapat saja mendapat gambaran yang salah dan mengambil tindakan yang tidak benar; dapat masuk dalam komunikasi dan relasi semu.
3. Bagi masyarakat luas. Banyaknya tindakan penipuan, rekayasa dan manipulasi bias membawa dampak yang merugikan bagi masyarakat luas.

Kebohongan dan kebenaran dalam terang Kitab Suci

Dalam kitab suci kebenaran bukan berarti tidak berbohong, tetapi berarti juga mengambil bagian dalam kehidupan Allah. Allah adalah sumber kebenaran, karena Allah selalu berbuat sesuai dengan janjiNya, maka Allah berfirman: Jangan Bersaksi Dusta.

Sebenarnya Kitab suci tidak berkata saksi dusta terhadap sesamamu, melainkan saksi dusta tentang sesamamu manusia, sebab perintah ini semula menyangkut kesaksian di pengadilan. Ul 16:19 “Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.” inilah maksud perkataan dari firman Allah yang ke8 itu, sebab pengadilan adalah milik Allah, yakni Allah yang setia, tidak ada kecurangan, adil dan benar.

Dalam Tradisi Gereja, Firman Allah ke delapan itu ditafsirkan secara luas. Kita dilarang untuk berbohong dalam segala bentuknya diatas. Mengatakan kebenaran adalam wujud cinta kasih. Jujur bukan berarti mengatakan kebenaran, tetapi mengungkapkan cinta kasih. Terkadang kebenaran tidak perlu disebut-sebut, karena bila berdampak buruk. Diam dengan menyimpan keberaran buka berarti berdusta. orang harus menggunakan lidahnya dengan bijaksana. kebenaran tidak perlu diungkapkan kepada semua orang dan tanpa persetujuan yang bersangkutan.

Dalam Kitab Suci, Kebenaran tidak hanya berarti sesuai dengan kenyataan, menurut Perjanjian Lama kebenaran ada pada Allah karena Allah memenuhi janjiNya. Allah adalah kebenaran karena Allah berbuat sesuai dengan janjiNya.

Dalam Perjanjian Baru, dikatakan Yesus adalah kebenaran. Ia dibenarkan oleh Allah, dalam kebangkitanNya Allah menyatakan bahwa Yesus adalah orang benar. Oleh karena itu membela kebenaran berarti ikut dalam karya Allah menyelamatkan manusia. Dengan demikian membela kebenaran berarti meneladan dan memperjuangkan kehendak Allah dan meneladan Yesus sang Kebenaran.

(dari berbagai sumber)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: